Kamis, 24 Mei 2012

ULANGAN FISIKA KELAS XI IPA

ULANGAN FISIKA KELAS XI IPA
BAB TERMODINAMIKA
 
1.      Suatu gas menerima kalor sebesar 1.500 J dan melakukan kerja sebesar 750 J. Berapakah besar perubahan energi dalamnya.
2.      Perhatikan siklus termodinamika berikut ini.
Hitunglah besar usaha pada proses-proses berikut ini.
a.       Usaha pada proses A-B
b.      Usaha pada proses B-C
c.       Usaha pada proses C-A
d.      Usaha pada proses A-B-C-A
3.      Perhatikan siklus Carnot berikut ini.
Jika besar Q2 = 7.500 J, maka berapakah besar usaha pada siklus Carnot tersebut?
4.      Suatu mesin Carnot dengan reservoir panasnya bersuhu 400 K dan pada reservoir dinginya bersuhu 240 K, berapakah besar efisiensi mesin tersebut?
5.      Sebuah mesin pendingin memiliki koefisien performansi sebesar 7. Jika reservoir tinggi bersuhu 30oC, maka berapakah temperatur suhu rendahnya?


Selasa, 24 April 2012

TEORI KINETIK GAS

Teori kinetik zat membicarakan sifat zat dipandang dari sudut momentum. Peninjauan teori ini bukan pada kelakuan sebuah partikel, tetapi diutamakan pada sifat zat secara keseluruhan sebagai hasil rata-rata kelakuan partikel-partikel zat tersebut.
Teori ini didasarkan atas 3 pengandaian:
1. Gas terdiri daripada molekul-molekul yang bergerak secara acak dan tanpa henti.
2. Ukuran molekul-molekul dianggap terlalu kecil sehingga boleh diabaikan, maksudnya garis pusatnya lebih kecil daripada jarak purata yang dilaluinya antara perlanggaran.
3. Molekul-molekul gas tidak berinteraksi antara satu sama lain. Perlanggaran sesama sendiri dan dengan dinding bekas adalah kenyal iaitu jumlah tenaga kinetik molekulnya sama sebelum dan sesudah perlanggaran.
SIFAT GAS UMUM
  1. Gas mudah berubah bentuk dan volumenya.
  2. Gas dapat digolongkan sebagai fluida, hanya kerapatannya jauh lebih kecil.
SIFAT GAS IDEAL
  1. Gas terdiri atas partikel-partikel dalam jumlah yang besar sekali, yang senantiasa bergerak dengan arah sembarang dan tersebar merata dalam ruang yang kecil.
  2. Jarak antara partikel gas jauh lebih besar daripada ukuran partikel, sehingga ukuran partikel gas dapat diabaikan.
  3. Tumbukan antara partikel-partikel gas dan antara partikel dengan dinding tempatnya adalah elastis sempurna.
  4. Hukum-hukum Newton tentang gerak berlaku.
PERSAMAAN GAS IDEAL DAN TEKANAN (P) GAS IDEAL

P V = n R T = N K T
n = N/No
T = suhu (ºK)
R = K . No = 8,31 )/mol. ºK
N = jumlah pertikel
P = (2N / 3V) . Ek ® T = 2Ek/3K
V = volume (m3)
n = jumlah molekul gas
K = konstanta Boltzman = 1,38 x 10-23 J/ºK
No = bilangan Avogadro = 6,023 x 1023/mol
ENERGI TOTAL (U) DAN KECEPATAN (v) GAS IDEAL
Ek = 3KT/2
U = N Ek = 3NKT/2
v = Ö(3 K T/m) = Ö(3P/r)
dengan:
Ek = energi kinetik rata-rata tiap partikel gas ideal
U = energi dalam gas ideal = energi total gas ideal
v = kecepatan rata-rata partikel gas ideal
m = massa satu mol gas
p = massa jenis gas ideal
Jadi dari persamaan gas ideal dapat diambil kesimpulan:
  1. Makin tinggi temperatur gas ideal makin besar pula kecepatan partikelnya.
  2. Tekanan merupakan ukuran energi kinetik persatuan volume yang dimiliki gas.
  3. Temperatur merupakan ukuran rata-rata dari energi kinetik tiap partikel gas.
  4. Persamaan gas ideal (P V = nRT) berdimensi energi/usaha .
  5. Energi dalam gas ideal merupakan jumlah energi kinetik seluruh partikelnya.


Sabtu, 21 April 2012

Exploding Kawat

Sebuah kawat tipis atau strip aluminium foil diuapkan oleh pemakaian kapasitor besar ke dalamnya.

BAHAN

    
60-μF, 10-kV kapasitor dengan * sirkuit pengisian
    
kelas A ignitron atau switch percikan kesenjangan
    
besar tegangan volt, 10-kV skala penuh (opsional)
    
Kawat tembaga tipis (# 22 gauge) atau strip aluminium foil

* Aparat yang sama dapat digunakan dalam sebuah demonstrasi penghancur kaleng

PROSEDUR
Pengoperasian kapasitor dijelaskan kepada penonton. Hal ini disamakan dengan baterai mobil, tetapi dengan tegangan jauh lebih tinggi. Kapasitor tersebut dibebankan sebagai sebagian kecil yang baik tegangannya dinilai dan kemudian dibuang dengan ignitron atau switch percikan kesenjangan ke kawat tipis atau strip aluminium foil, sekitar 20 cm yang langsung menguap. Para penonton harus diperingatkan untuk menutup telinga mereka, karena kebisingan yang dihasilkan bisa sangat keras. Sepotong pelindung dari plexiglas ditempatkan di antara kawat dan penonton, dan demonstran memakai pelindung mata dan berdiri sedikitnya enam meter jauhnya.

PEMBAHASAN
Demonstrasi ini menunjukkan dengan cara yang dramatis kenyataan bahwa listrik adalah bentuk lain dari energi. Dalam proses ini, energi listrik diubah menjadi lima bentuk lain - gerak, panas, suara magnet dan cahaya. Kabel atau kertas timah biasanya benar-benar menghilang, meskipun diragukan bahwa semuanya menguap. Lebih mungkin, porsi menguap dan sisanya dilemparkan ke dalam beberapa sudut jauh ruangan oleh kekuatan magnet.

Energi listrik yang disimpan CV2 / 2 atau sekitar tahun 1920 joule ketika kapasitor 60-μF dibebankan pada 8 kV. Ini dapat disamakan dengan orang yang 50-kg dinaikkan 3,9 meter ke udara, atau energi di sekitar 8 kalori makanan.

BAHAYA
Jumlah energi yang terkandung dalam kapasitor dari ukuran ini adalah mematikan. Listrik dapat mengakibatkan langsung jika seseorang datang ke dalam kontak dengan terminal dari kapasitor ketika sedang diisi. Kawat meledak dengan kekuatan yang cukup besar dan kebisingan. Beberapa tegangan umumnya ditinggalkan di kapasitor setelah meledak kawat. Orang harus berlatih pada tegangan berkurang, dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah kawat panas dari yang dilemparkan keluar ke penonton. Para penonton harus diperingatkan dari kebisingan yang akan datang. Kapasitor telah diketahui pendek internal dan meledak. Kapasitor tidak harus dalam garis pandang-of-langsung dari penonton. Pasokan pengisian harus saling bertautan sehingga penonton penasaran tidak dapat memulai muatan setelah kuliah


TABEL PERIODIK UNSUR

Perkembangan Tabel Periodik Unsur
· A. L. Lavoisier: mengelompokkan unsur-unsur ke dalam kelompok unsur logam dan nonlogam.
· J. Dalton: unsur yang berbeda massa atomnya juga berbeda.
· J. W. Dobereiner (Triade Dobereiner): Dobereiner adalah yang pertama menemukan ada hubungan antara sifat unsur dengan massa atomnya. Kelompok unsur-unsur yang sifatnya mirip terdiri dari 3 unsur (triade). Massa salah satu unsur = rata-rata massa dua unsur lainnya.
· J. A. K. Newlands (Hukum Oktaf Newlands): Unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atomnya. Secara periodik unsur-unsur yang urutannya
berselisih satu oktaf sifatnya mirip, sehingga terdapat pengulangan sifat setiap selisih satu oktaf.
· Begeyer de Chancourtois: Unsur-unsur disusun secara periodik menurut penurunan massa atomnya, pada sebuah badansilinder (telluric screw).
· Lothar Meyer: Grafik volime molar atom Vs. massa atom bersifat periodik.
· Dimitri Mendeleev: Unsur-unsur disusun berdasar kenaikan massa atomnya. Unsur-unsur yang sifatnya mirip diletakkan segolongan. Sifat-sifat unsur
merupakan fungsi berkala dari massa atomnya.
· Moseley: menyempurnakan tabel Mendeleev. Unsur-unsur disusun berdasar kenaikan nomor atomnya (jumlah protonnya).
· Tabel Periodik bentuk Panjang sekarang adalah perkembangan tabel periodik Mendeleev yang sudah disempurnakan oleh Moseley.

Tabel Periodik bentuk Panjang
Unsur-unsur disusun berdasar kenaikan nomor atomnya. Unsur-unsur yang sifatnya mirip diletakkan segolongan dalam satu kolom. Beberapa istilah dalam
tabel periodik panjang: Periode = baris = jumlah kulit atom = bilangan kuantum utama (n) terbesar. Terdiri
periode 1 sampai 7.
Periode pendek = periode yang berisi 2 unsur (periode 1) atau 8 unsur (periode 2
dan 3).
Periode panjang = periode yang berisi lebih dari 8 unsur (periode 4, 5, 6, dan 7).
Golongan = kolom = kelompok unsur yang sifatnya sama/mirip. Terdiri golongan utama (A) dan transisi (B).
Unsur blok s = unsur yang konfigurasi elektronnya berakhir pada orbital s. Terdiri golongan IA (s1) dan IIA (s2).
Unsur blok p = unsur yang konfigurasi elektronnya berakhir pada orbital p. Terdiri golongan IIIA (s + p = 3 elektron) sampai VIIIA (s + p = 8 elektron).
Unsur blok d = unsur yang konfigurasi elektronnya berakhir pada orbital d. Terdiri golongan IB (ns + (n – 1)d = 11 elektron), golongan IIB (ns + (n – 1)d = 12 elektron), golongan IIIB (ns + (n – 1)d = 3 elektron), sampai VIIIB (ns + (n – 1)d = 8, 9, dan 10 elektron).

Unsur blok f = unsur yang konfigurasi elektronnya berakhir pada orbital f (f1 sampai f14).

Sifat Periodik Unsur
· Sifat logam: Unsur-unsur yang jumlah kulitnya sama (dalam satu periode), semakin besar nomor atom (semakin ke kanan) sifat logamnya cenderung
semakin lemah (sifat nonlogam semakin kuat). Unsur-unsur yang segolongan, semakin besar nomor atomnya (semakin ke bawah/semakin banyak jumlah
kulit atomnya) sifat logamnya cenderung semakin kuat (sifat nonlogam semakin lemah).
· Jari-jari atom (jarak dari inti atom sampai elektron terluar): Unsur-unsur yang jumlah kulitnya sama (dalam satu periode), semakin besar nomor atom
(semakin ke kanan), maka tarikan inti atom terhadap elektron cenderung semakin kuat, sehingga jari-jari atomnya cenderung semakin kecil. Unsurunsur
yang segolongan, semakin besar nomor atomnya (semakin ke bawah/semakin banyak jumlah kulit atomnya) jari-jari atomnya cenderung semakin besar.
· Jari-jari ion positip < jari-jari atomnya. Jari-jari ion negatip > jari-jari atomnya.
· Energi Ionisasi (Potensial Ionisasi) = energi yang diperlukan atom berwujud gas untuk melepas elektron yang diikat paling lemah (pada kulit terluar). Semakin besar jari-jari atomnya, maka tarikan inti atom terhadap elektron terluar cenderung semakin lemah, sehingga energi ionisasinya cenderung
semakin kecil. Energi ionisasi I < Energi ionisasi II < Energi ionisasi III < ….
· Afinitas Elektron = perubahan/selisih energi jika atom netral berwujud gas menerima elektron. Semakin besar jari-jari atomnya, berarti tingkat energi
elektron terluar cenderung semakin tinggi, sehingga afinitas elektronnya cenderung semakin kecil.
· Keelektronegatifan = kecenderungan suatu atom untuk menarik elektron ke pihaknya dalam suatu ikatan kimia. Robert S. Mullikan : 2

Keelektronegatifan(x) Eneri Ionisasi Afinitas Elektron
-
=
Dalam satu golongan, semakin besar nomor atomnya (semakin ke bawah) keelektronegatifannya cenderung semakin kecil. Dalam satu periode (jumlah
kulit sama), semakin besar nomor atomnya (semakin ke kanan) sampai golongan VIIA, keelektronegatifannya cenderung semakin besar.
· Sifat Magnetik (Percobaan Stern-Gerlach): Interaksi antara atom-atom yang mempunyai elektron berpasangan dalam orbitalnya dengan medan magnet
menyebabkan atom ditolak medan magnet (diamagnetik). Jika dalam orbital atom terdapat elektron tidak berpasangan, maka atom akan ditarik medan
magnet (paramagnetik). Semakin banyak terdapat elektron tidak berpasangan, maka sifat paramagnetiknya semakin kuat.

SOAL LATIHAN:
1. Masing-masing tuliskan konfigurasi elektronnya kemudian tentukan periode dan golongannya dalam table periodic unsur untuk:
a) 9F
b) 19K
c) 24Cr
d) 29Cu
e) 35Br

2. Tuliskan semua bilangan kuantum untuk elektron pada kulit terluar pada atom Br.
3. Manakah yang lebih kecil jari-jari atomnya, K atau Br ? Jelaskan mengapa?
4. Manakah yang lebih kecil jari-jari atomnya, F atau Br ? Jelaskan mengapa?
5. Manakah yang lebih kecil, jari-jari atom K atau jari-jari ion K+ ? Jelaskan mengapa?
6. Manakah yang lebih kecil, jari-jari atom Br atau jari-jari ion Br¯ ? Jelaskan mengapa?
7. Manakah yang lebih kecil energi ionisasinya, K atau Br ? Jelaskan mengapa?
8. Manakah yang lebih kecil energi ionisasinya, F atau Br ? Jelaskan mengapa?
9. Manakah yang lebih kecil afinitas elektronnya, F atau Br ? Jelaskan mengapa?
10. Manakah yang lebih kecil afinitas elektronnya, K atau Br ? Jelaskan mengapa?
11. Manakah yang lebih kecil sifat paramagnetiknya, Cr atau Cu ? Jelaskan mengapa?




Inilah Rahasia Ilmu Fisika di Dunia Sepeda


Teori 'giroskop' stabilitas sepeda dilebih-lebihkan selama 40 tahun oleh fisikawan David Jones. Sejak itu, penggemar sepeda mengira sepeda bisa tegak lurus (tidak jatuh) berkat efek kastor.
Fisikawan Cornell, University of Wisconsin-Stout, Delft University of Technology, dan University of Twente di Belanda membuat sepeda 'dua massa luncur' tanpa efek giroskop dan jejak.
Sepeda akan tetap tegak lurus (tidak jatuh) karena roda berputar memberi cukup gaya giroskop pada stabilitas. Namun, para ahli eksperimen beberapa tahun lalu mendapati, belum ada massa yang cukup jelas pada roda untuk melawan massa sepeda dan pengendara.
Jones menguji teori itu dengan membuat sepeda dengan roda yang berputar berlawanan arah guna menghilangkan efek giroskop dan memastikan giro tak diperlukan untuk menjaga keseimbangan.
Sejak itu, pemahanan konvensional yang muncul adalah, jejak menciptakan efek kastor guna menjaga sepeda (dan sepeda motor) tetap tegak lurus. Kastor merupakan penjaga agar roda depan tak bergoyang-goyang tanpa aturan.
Video ini menjelasakan efek kastor, selama sepeda bergerak pada kecepatan yang cukup, sepeda akan seperti 'dijalankan hantu'. Model stabilitas sepeda tradisional butuh perhitungan.
Karenanya, fisikawan pun membuat sepeda 'two mass model' (TMS) untuk menyerdehanakan dinamika stabilitas sepeda. Melalui model ini, fisikawan mempelajari, efek giroskop dan kastor bisa benar-benar dihilangkan dan sepeda tetap stabil.


Minggu, 15 April 2012

Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Pengantar :
Setelah mempelajari materi pembelajaran ini diharapkan anda dapat menyimpulkan karakteristik gerak lurus berubah beraturan (GLBB) melalui percobaan dan pengukuran besaran-besaran terkait, serta menerapkan besaran-besaran fisika pada gerak lurus berubah beraturan dalam bentuk persamaan dan menggunakannya dalam pemecahan masalah.
Pengertian Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
GLBB didefinisikan sebagai gerak suatu benda pada lintasan garis lurus dengan percepatan tetap. Maksud dari percepatan tetap yaitu percepatan percepatan yang besar dan arahnya tetap.
Anda dapat melakukan praktek GLBB dengan menggunakan Ticker Timer dengan Klik Disini.
Grafik Percepatan Terhadap Waktu
Benda yang melakukan GLBB memiliki percepatan yang tetap, sehingga grafik percepatan terhadap waktu (a-t) berbentuk garis mendatar sejajar sumbu waktu t.
Dibawah ini adalah animasi tentang percepatan dalam format flash. Untuk menjalankannya komputer anda harus memiliki Flash Player.
Grafik Kecepatan Terhadap Waktu pada GLBB yang dipercepat
Pada GLBB yang dipercepat kecepatan benda semakin lama semakin bertambah besar. Sehingga grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) pada GLBB yang dipercepat berbentuk garis lurus condong ke atas dengan gradien yang tetap. Jika benda melakukan GLBB yang dipercepat dari keadaaan diam (kecepatan awal =Vo = 0), maka grafik v-t condong ke atas melalui O(0,0), seperti gambar di bawah ini :
Jika benda melakukan GLBB dipercepat dari keadaan bergerak (kecepatan awal = Vo ≠ 0 ), maka grafik v-t condong ke atas melalui titik potong pada sumbu v, yaitu (0,Vo), seperti gambar di bawah ini :
Jika anda melempar batu vertikal ke atas, maka batu itu akan mengalami pengurangan kecepatan yang sama dalam selang waktu sama. Jadi batu itu dikatakan mengalami perlambatan atau percepatan negatif. Jadi pada GLBB diperlambat, benda mengawali gerakan dengan kecepatan tertentu dan selanjutnya selalu mengalami pengurangan kecepatan. Grafik kecepatan terhadap waktu untuk GLBB diperlambat akan berbentuk garis lurus condong ke bawah, seperti gambar di bawah ini.
Kecepatan pada suatu saat dari benda yang melakukan gerak lurus berubah beraturan dirumuskan sebagai berikut :
sedangkan untuk menghitung besar perpindahan yang dialami benda yang bergerak lurus berubah beraturan
Gerak Jatuh Bebas
Pengantar
Contoh gerak dengan percepatan (hampir) konstan yang sering dijumpai adalah gerak benda yang jatuh ke bumi. Bila tidak ada gesekan udara, ternyata semua benda yang jatuh pada tempat yang sama dipermukaan bumi mengalami percepatan yang sama, tidak bergantung kepada ukuran, berat maupun susunan benda, dan jika jarak yang ditempuh selama jatuh tidak terlalu besar, maka percepatannya dapat dianggap konstan selama jatuh. Gerak ideal ini, yang mengabaikan gesekan udara dan perubahan kecil percepatan terhadap ketinggian, disebut gerak "jatuh bebas".
Percepatan yang dialami benda jatuh bebas disebut percepatan yang disebabkan oleh gravitasi dan diberi simbol g. Di dekat permukaan bumi, besarnya kira-kira 9,8 m/s^2, dan berarah ke bawah menuju pusat bumi.
Persamaan Gerak Jatuh Bebas
Kita pilih kerangka acuan yang diam terhadap bumi, dengan sumbu y positip diambil vertikal ke atas. Dengan pilihan ini percepatan gravitasi g dinyatakan dengan sebuah vektor yang berarah vertikal ke bawah dalam arah sumbu y negatip. Persamaan gerak dengan percepatan tetap dapat diterapkan di sini, tinggal menggantikan x dengan y dan mengambil yo = 0.Persamaan gerak jatuh bebas adalah sebagai berikut:


Sabtu, 14 April 2012

Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Setelah mempelajari materi pembelajaran gerak lurus beraturan (GLB) diharapkan anda dapat :
  • menjelaskan karakterisktik gerak lurus beraturan (GLB) melalui percobaan dan pengukuran besaran-besaranterkait
  • menerapkan besaran-besaran fisika dalam gerak lurus beraturan (GLB) dalam bentuk persamaan dan menggunakannyadalam pemecahan masalah sehari-hari.
Kemampuan Prasyarat :
Sebelum mempelajari materi gerak lurus beraturan (GLB) anda harus sudah menguasai konsep tentang :
  • pengertian gerak lurus
  • besaran-besaran yang berkaitan dengan gerak lurus
  • konversi satuan dari besaran-besaran yang berkaitan dengan gerak lurus
Pengertian Gerak Lurus Beraturan
Gerak lurus beraturan didefinisikan sebagai gerak suatu benda dengan kecepatan tetap.
Kecepatan tetap artinya baik besar maupun arahnya tetap. Kecepatan tetap yaitu benda menempuh
jarak yang sama untuk selang waktu yang sama. Misalnya sebuah mobil bergerak dengan kecepatan tetap 75 km/jsm atau 1,25
km/menit, berarti setiap menit mobil itu menempuh jarak 1,25 km. Karena kecepatan benda tetap, maka kata kecepatan pada
gerak lurus beraturan dapat diganti dengan kata kelajuan. Dengan demikian, dapat juga kita definisikan, gerak lurus
beraturan sebagai gerak suatu benda pada lintasan lurus dengan kelajuan tetap.
Grafik perpindahan terhadap waktu (s-t) pada
GLB
Grafik perpindahan terhadap waktu pada GLB ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Tampak pada
gambar bahwa grafik jarak/perpindahan (s) terhadap waktu (t) berbentuk garis lurus miring ke atas melalui titik asal
koordinat O (0,0). Apabila ditinjau dari kemiringan grafik, maka tan α = v
Dengan demikian jika grafik jarak terhadap waktu (s-t) dari dua benda yang bergerak beraturan
berbeda kemiringannya, maka grafik dengan sudut kemiringan besar menunjukkan kecepatan lebih besar.
Grafik Kecepatan terhadap Waktu (v-t) pada
GLB
Grafik kecepatan terhadap waktu pada GLB ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Tampak pada gambar bahwa grafik v-t berbentuk garis lurus mendatar. Bentuk ini menunjukkan bahwa pada GLB, kecepatan suatu benda selalu tetap untuk selang waktu kapanpun.
Hubungan jarak, kecepatan, dan selang waktu pada GLB
Pada gerak lurus beraturan kecepatan suatu benda selalu tetap. Jika diperhatikan kembali grafik v-t pada GLB, maka jarak/perpindahan (s) merupakan luas daerah yang dibatasi oleh v dan t.
Pada gambar di bawah ini tampak bahwa jarak/perpindahan sama dengan luas persegipanjang dengan panjang t dan lebar v.
Secara matematis : s = v. t
Dibawah ini adalah animasi grafik kecepatan konstan dalam format flash. Untuk menjalankannya komputer anda harus memiliki FlashPlayer.
Contoh Soal Untuk memahami konsep gerak lurus beraturan :
Dua sepeda motor bergerak saling mendekati pada lintasan lurus dengan arah berlawanan. Sepeda
motor A bergerak ke barat dengan kecepatan tetap 30 km/jam, sedangkan sepeda motor B bergerak ke timur dengan kecepatan 45
km/jam. Sebelum bergerak, kedua sepeda motor terpisah sejauh 150 km.
(a). kapan dan dimana kedua sepeda motor berpapasan? (b). gambarkan grafik hubungan v-t
untuk kedua sepeda motor itu? (c). tentukan jarak tempuh kedua sepeda motor saat berpapasan menggunakan grafik v-t
tersebut.
Pembahasan :
(a). Misalkan kedua sepeda motor berpapasan di titik O.
dari gambar di atas diperoleh AO + BO = 150 km atau 150 km = 30km/jam.t + 45km/jam.t, sehingga diperoleh
t = 150 km/75 km/jam = 2 jam.
Jadi AO = 30 km/jam.2 jam = 60 km, sedangkan BO = 45 km/jam.2 jam=90 km
Kesimpulan, kedua sepeda motor berpapasan setelah bergerak selama 2 jam. Tempat
berpapasan adalah setelah sepeda motor A bergerak ke arah barat sejah 60 km atau setelah sepeda motor B bergerak ke arah
timur sejauh 90 km.
(b). Grarik v-t untuk kedua sepeda motor
(c). Jarak tempuh sepeda motor A = luas bangun A = panjang X lebar = 2 jam X 30 km/Jam = 60 km
Jarak tempuh sepeda motor B = luas bangun B = panjang X lebar = 2 jam X 45 km/jam = 90 km
Anda dapat  melakukan praktek ticker timer pada link ini.Praktek Ticker Timer